DKST ITB Perkuat Tata Kelola TKT: Pengembangan Sistem Asesmen untuk Mendukung Hilirisasi Teknologi

15 September 2026 Oleh: Admin DHKT Kategori: Acara, PRIME STeP
DKST ITB Perkuat Tata Kelola TKT: Pengembangan Sistem Asesmen untuk Mendukung Hilirisasi Teknologi

BANDUNG, dkst.itb.ac.id – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB melanjutkan penguatan sistem pengukuran Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) melalui Lokakarya Pengembangan Kelembagaan dan Sistem Tata Kelola Pengukuran TKT pada Jumat (4/9/2026) di Patra Hotel, Dago, Bandung. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola, proses asesmen, serta mekanisme validasi agar pengukuran TKT dapat dilakukan secara lebih terukur dan konsisten.

 

Lokakarya tersebut menjadi tindak lanjut dari Lokakarya Standarisasi Pengukuran TKT yang diselenggarakan DKST pada 29 Juli 2026. Jika lokakarya sebelumnya berfokus pada penyamaan pemahaman mengenai interpretasi level TKT, bukti pendukung, serta mekanisme asesmen dan validasi, lokakarya kali ini diarahkan pada penguatan sistem dan kelembagaan yang mendukung pelaksanaannya.

 

Pembahasan mencakup pembagian peran dalam proses pengukuran dan validasi, kriteria assessor, bukti pendukung (evidence), mekanisme penjaminan mutu (quality assurance), hingga penyelesaian perbedaan hasil penilaian. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun proses asesmen yang memiliki dasar yang jelas serta dapat diterapkan pada berbagai karakteristik teknologi.

Perspektif mengenai penguatan tata kelola TKT disampaikan oleh Dr. Asep Husni Yasin Rosadi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui materi “Penguatan Tata Kelola dan Asesmen TKT dalam Ekosistem Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi”. Diskusi dipandu oleh Dr. Wardono Niloperbowo, Ph.D., dan melibatkan akademisi serta pengelola riset dan inovasi dari berbagai bidang di ITB.

 

Dari rangkaian pembahasan tersebut, DKST memfokuskan perumusan lanjutan pada tiga aspek utama, yaitu interpretasi setiap level TKT, kriteria assessor teknologi ITB, serta mekanisme validasi hasil pengukuran. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam menyusun alur kerja, pembagian kewenangan, mekanisme pengendalian mutu, dan dokumentasi yang diperlukan.

 

Rumusan hasil lokakarya selanjutnya akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan pedoman dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengukuran TKT. Penyempurnaan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas asesmen sekaligus memberikan landasan yang lebih jelas dalam mendukung keputusan pendanaan riset, penyusunan arah hilirisasi, pengembangan inovasi, dan peluang kolaborasi dengan industri.

 

Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya DKST dalam membangun tata kelola inovasi yang mendukung proses pengembangan teknologi secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Berita Lainnya