BANDUNG, dkst.itb.ac.id – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi melakukan transisi kepemimpinan struktural. Melalui Keputusan Rektor ITB, Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D., diangkat sebagai Direktur DKST ITB untuk menggantikan Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D.
Pergantian kepemimpinan ini ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Rektor ITB Nomor 899B/IT1.A/SK-KP/2026 dan 899A/IT1.A/SK-KP/2026, yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Agustus 2026. Estafet struktural ini merupakan langkah strategis institusi guna memastikan keberlanjutan fungsi DKST sebagai penggerak utama ekosistem inovasi di lingkungan kampus.
Sebelum mengemban amanah baru ini, Hary Devianto menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) ITB. Pengalaman manajerial tersebut diproyeksikan dapat semakin memperkuat posisi DKST ITB dalam mengakselerasi komersialisasi teknologi, inkubasi bisnis, serta pengelolaan kawasan sains terpadu yang menjembatani riset akademik dengan kebutuhan industri.
Seiring dengan peresmian transisi ini, institusi turut menyampaikan apresiasi tertinggi dan ucapan terima kasih atas jasa serta pengabdian Sugeng Joko Sarwono selama memangku jabatan Direktur DKST ITB. Di bawah arahan kepemimpinan periode sebelumnya, institusi telah berhasil meletakkan berbagai fondasi program pengembangan inovasi dan penguatan kolaborasi pemangku kepentingan yang esensial.
Ke depan, melalui struktur kepemimpinan yang baru, DKST ITB ditargetkan untuk terus memperluas sinergi antara pengembangan teknologi dan pemanfaatannya di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak luaran riset yang berhasil dihilirisasi, sehingga memberikan dampak nyata yang lebih masif bagi masyarakat dan industri nasional.