BANDUNG, dkst.itb.ac.id – Pada Rabu (29/7/2026), Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Lokakarya Standardisasi Pengukuran Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) yang berlangsung di Patra Hotel Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DKST menyusun standar pengukuran dan validasi TKT yang dapat diterapkan secara konsisten dalam evaluasi pendanaan dan pengembangan inovasi di lingkungan ITB.
TKT atau Technology Readiness Level (TRL) merupakan parameter untuk mengukur sejauh mana suatu teknologi telah dikembangkan, diuji, dan siap untuk diterapkan lebih lanjut. Pengukuran TKT membantu peneliti dan pengelola inovasi memahami posisi teknologi dalam proses pengembangannya, mulai dari tahap konseptual hingga kesiapan untuk diadopsi oleh industri.
Dalam penerapannya, metode pengukuran TKT dapat dipahami secara berbeda pada berbagai bidang teknologi, mulai dari interpretasi setiap level hingga penentuan bukti pendukung dan validasi hasil penilaian. Kesamaan persepsi dan pendekatan diperlukan agar penilaian kesiapan teknologi dapat dilakukan secara objektif dan sistematis dengan tetap mempertimbangkan karakteristik masing-masing bidang.

Lokakarya menghadirkan akademisi dan praktisi yang memiliki pengalaman dalam pengembangan maupun penilaian teknologi. Prof. Ir. Johnner Sitompul, M.Sc., Ph.D. menyampaikan konsep dasar TKT yang mencakup prinsip, tujuan, serta indikator pada setiap level. Sementara itu, Dr. Asep Husni Yasin Rosadi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan praktik pengukuran TKT di BRIN, termasuk metodologi asesmen, bukti pendukung, dan mekanisme validasi.
Pembahasan selanjutnya diarahkan pada tantangan pengukuran TKT dan penerapannya dalam evaluasi pendanaan inovasi. Peserta mendiskusikan interpretasi setiap level TKT pada berbagai bidang teknologi, kriteria asesor teknologi ITB, serta tata cara validasi hasil pengukuran. Pembahasan berdasarkan kelompok bidang juga dilakukan untuk mengidentifikasi bukti yang dapat diterima pada setiap indikator TKT, mekanisme validasinya, serta merumuskan rekomendasi sebagai masukan dalam penyusunan standar pengukuran TKT di ITB.

Hasil pembahasan lokakarya akan dikompilasi oleh tim internal DKST sebagai bahan penyusunan draf Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengukuran Tingkat Kesiapan Teknologi. SOP tersebut diarahkan menjadi pedoman pengukuran dan validasi TKT pada program pendanaan inovasi yang dikelola DKST.
Melalui penyusunan standar tersebut, DKST mendorong proses penilaian TKT yang lebih objektif, transparan, dan akuntabel di lingkungan ITB. Acuan yang lebih jelas diharapkan dapat memperkuat penggunaan hasil pengukuran TKT sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan inovasi sekaligus mendukung proses hilirisasi teknologi menuju penerapan di masyarakat dan industri.