BANDUNG, dkst.itb.ac.id – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan dan Implementasi Valuasi Teknologi Tahap Kedua. Kegiatan kolaboratif ini bertujuan mematangkan mekanisme penilaian kelayakan komersial dari sebuah inovasi hasil riset perguruan tinggi sebelum dilepas ke industri dan masyarakat.
Deputi Direktur Bidang Inkubasi dan Akselerasi Bisnis DKST ITB, Fathiro Hutama Reksa Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., yang hadir mewakili Direktur DKST ITB, menegaskan bahwa institusinya terus dituntut untuk menjadi penggerak utama (enabler) komersialisasi riset di Indonesia. Ia menyoroti bahwa selama ini, inovasi dari hasil penelitian sering kali hanya diukur berdasarkan tingkat kematangan teknologi atau Technology Readiness Level (TRL).
“Padahal tujuan akhirnya adalah bagaimana teknologi tersebut bisa diterapkan dan dikomersialisasikan. Maka, kemampuan untuk menilai potensi ekonomi dari teknologi menjadi kapabilitas baru yang esensial bagi institusi,” ujar Fathiro saat memberikan sambutan.
Dalam pelaksanaannya, proses valuasi ini membutuhkan instrumen ukur yang formal dan terstandardisasi. Kepala Subdirektorat Program, Monitoring, dan Evaluasi DKST ITB, Sigit Purwanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pihaknya tengah memformulasikan model valuasi teknologi internal dengan mengadopsi pendekatan teoretis standar, seperti cost-based, market-based, dan income-based.
Guna memvalidasi format dan dokumen Standard Operating Procedure (SOP) yang sedang disusun, lokakarya ini menghadirkan perspektif profesional dari praktisi Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), Lusi Augerah, dengan dipandu oleh Prof. Nyoman sebagai moderator. Tinjauan ahli ini penting untuk mengevaluasi Form Assessment Valuasi Teknologi ITB yang sebelumnya telah melalui uji coba pengisian oleh tiga orang inventor sebagai sampel implementasi.
Selain menghimpun masukan terkait kebutuhan data dan analisis risiko, kegiatan ini juga mempertemukan berbagai perwakilan peneliti, pimpinan startup binaan, serta jajaran direktorat di lingkungan ITB.
Dokumen valuasi yang disempurnakan melalui lokakarya ini nantinya akan dijadikan patokan dasar bagi ITB saat menjajaki diskusi dan komersialisasi tahap awal dengan mitra industri. Melalui perumusan mekanisme yang kredibel, DKST ITB berharap proses hilirisasi hasil penelitian dapat berjalan lebih terukur dan memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi masyarakat luas.