BANDUNG, dhkt.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi (DHKT) bertindak sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator strategis dalam penyelenggaraan Hydrogen Day 2026. Bekerja sama dengan Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), acara bertema “Driving the Future with Hydrogen” ini digelar di Aula Timur ITB Kampus Ganesha, Minggu (11/10/2026).
Melalui fasilitasi kegiatan ini, DHKT ITB menegaskan perannya sebagai penggerak utama dalam menjembatani kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri guna mempercepat adopsi energi bersih di Indonesia.

Mengusung konsep perjalanan dari laboratorium menuju implementasi nyata, rangkaian acara berlangsung selama dua hari penuh. Dimulai dengan konvoi kendaraan hidrogen dari Jakarta menuju Bandung pada Sabtu (10/10/2026), kegiatan memuncak di ITB dengan beragam agenda. Pengunjung dapat mengeksplorasi langsung inovasi ini melalui pameran kendaraan, uji coba berkendara, forum diskusi, hingga aktivitas kebugaran pagi bersama masyarakat.
Hadir memberikan paparan utama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D., menyoroti besarnya prospek hidrogen alami di Tanah Air. Penemuan indikasi sumber daya ini di Tanjung Api, Sulawesi Tengah, dinilai dapat menempatkan posisi Indonesia sebagai pemain kunci di kancah global.

“Sumber energi ini menawarkan keunggulan yang jarang ditemukan, yakni ramah lingkungan sekaligus sangat efisien secara biaya. Mengingat tren global yang baru pada tahap meraba-raba, ini adalah momentum emas bagi bangsa kita untuk memimpin di garis depan pengembangan energi dunia,” ungkap Prof. Stella.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menekankan perlunya pembangunan ekosistem yang bertumpu pada tiga aspek utama: riset perguruan tinggi, kepastian regulasi dari pemerintah, serta dukungan pendanaan yang berkelanjutan.
Sejalan dengan hal itu, Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Edwan Kardena, Ph.D., menyatakan bahwa ITB siap menyuplai inovasi yang dibutuhkan. Percepatan penguasaan teknologi mutlak diperlukan agar negara tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan pencipta solusi atas krisis energi.
“Penguasaan teknologi masa depan menuntut kerja sama dari seluruh pihak yang terlibat. Pemerintah menetapkan koridor regulasinya, perguruan tinggi dan lembaga riset menyuplai inovasinya, sementara pihak industri bertindak sebagai roda penggerak utama di pasar nyata,” jelas Prof. Edwan.
Perhelatan nasional ini turut dihadiri oleh figur-figur penting di sektor energi, di antaranya Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Prof. Dr.Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU., dan Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cuk Supriyadi Ali Nandar.
Melalui kesuksesan fasilitasi Hydrogen Day 2026, DHKT ITB berharap teknologi hidrogen segera melampaui tahapan riset akademik dan mulai diimplementasikan secara komersial. Ekosistem energi yang inklusif ini ditargetkan mampu memperkuat kemandirian energi nasional menuju target bebas emisi pada 2060.