BANDUNG, dkst.itb.ac.id – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB menerima kunjungan dari Inkubator Bisnis Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) pada Rabu (12/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gedung ITB Innovation Park Bandung Technopolis ini membahas pengelolaan inkubasi dan akselerasi bisnis, pengembangan startup berbasis inovasi, serta pengelolaan kekayaan intelektual dan kemitraan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan. Tim PENS menyampaikan sejumlah kebutuhan, mulai dari pengembangan akses terhadap investor, kaderisasi dan regenerasi organisasi, pengelolaan tenant (perusahaan binaan), perluasan jejaring, hingga pemanfaatan program pendanaan dan asosiasi untuk mendukung pengembangan startup.
Direktur Kawasan Sains dan Teknologi ITB, Ir. Hary Devianto, Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing dalam mengembangkan inovasi dan kewirausahaan. Perbedaan tersebut, menurutnya, dapat menjadi peluang untuk membangun kolaborasi dan saling memperkuat kapasitas antarlembaga. “Setiap universitas memiliki tantangan tersendiri. Ada yang kuat secara teknis, tetapi masih perlu memperkuat aspek praktik langsung, begitu juga sebaliknya. Dari perbedaan tersebut, kita bisa membangun kolaborasi,” ujar Hary.
Salah satu pembahasan utama adalah penguatan kapasitas bisnis bagi inventor dan pengembang teknologi. Tim PENS menyampaikan bahwa setelah sebuah teknologi berhasil dikembangkan, tantangan berikutnya adalah menentukan strategi komersialisasi dan menemukan target pasar yang tepat. Hal ini menjadi perhatian dalam pengembangan startup berbasis teknologi di PENS yang memiliki kekuatan teknis, khususnya di bidang robotika, namun masih menghadapi tantangan dalam mendorong inventor untuk mengembangkan inovasinya menjadi startup.

Diskusi juga membahas peluang kolaborasi dalam bidang inkubasi dan akselerasi bisnis, termasuk studi banding terkait pengelolaan lisensi dan royalti serta proses penelitian dan pengembangan (R&D) yang dilakukan oleh startup binaan DKST ITB. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi kedua institusi dalam mengembangkan sistem pendampingan dan pengelolaan startup berbasis teknologi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara DKST ITB dan PENS, khususnya dalam penguatan kapasitas inkubasi, pengembangan strategi bisnis, komersialisasi inovasi, dan perluasan jejaring startup berbasis teknologi. Kolaborasi antarlembaga juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil inovasi perguruan tinggi menjadi solusi yang bernilai dan memberikan dampak bagi masyarakat.