BIONEST-LITE: Mengubah Limbah Biomassa Menjadi Sistem Hunian Modular Rendah Karbon

26 Agustus 2026 Oleh: Dewi Larasati
BIONEST-LITE: Mengubah Limbah Biomassa Menjadi Sistem Hunian Modular Rendah Karbon

Transformasi menuju industri konstruksi yang lebih berkelanjutan tidak lagi hanya berbicara tentang efisiensi energi ketika bangunan digunakan. Perhatian dunia mulai bergeser ke jejak karbon yang telah terbentuk sejak sebuah bangunan diproduksi—mulai dari pemilihan bahan baku, proses manufaktur, transportasi, konstruksi, hingga akhir masa pakainya. Perubahan ini mendorong berkembangnya material rendah karbon, pemanfaatan sumber daya terbarukan, desain sirkular, serta sistem konstruksi yang memungkinkan komponen digunakan kembali.

Di tengah tren tersebut, BIONEST-LITE (Biomass-Integrated Lightweight-Core Engineered System for Low-Carbon Modular Housing) menawarkan pendekatan menarik: mengubah limbah biomassa menjadi bagian dari sistem hunian prefabrikasi modular rendah karbon.

Indonesia memiliki sumber biomassa yang melimpah, termasuk tandan kosong kelapa sawit (TKKS), sabut kelapa, dan serbuk kayu. BIONEST-LITE melihat material yang selama ini bernilai rendah tersebut bukan sekadar sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya potensial bagi generasi baru material konstruksi. Biomassa dimanfaatkan sebagai inti (core) panel komposit kayu rekayasa, yang kemudian digunakan pada elemen bangunan seperti dinding, lantai, dan atap.

Keunggulan BIONEST-LITE terletak pada pendekatan system innovation. Inovasinya tidak berhenti pada penciptaan material biomassa. Panel dirancang sebagai bagian dari satu sistem bangunan yang mengintegrasikan rangka modular, panel dinding, lantai, atap, serta komponen bukaan. Konfigurasi panel sendiri menggunakan struktur berlapis dengan plywood pada kedua sisi dan inti biomassa di bagian tengah. Pendekatan ini membuka peluang substitusi sebagian material berintensitas karbon lebih tinggi dengan sumber daya berbasis biomassa.

1788316327_65c101488b5a134fa78c.jpg

Gambar 1. Isometri sistem BIONEST-LITE yang menunjukkan integrasi rangka modular,

Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan prefabrikasi dan desain foldable. Unit dapat berada dalam kondisi flat-pack ketika ditransportasikan, kemudian dibuka melalui mekanisme rangka dan engsel, dikunci, serta dilengkapi panel hingga menjadi ruang yang siap digunakan. Desain seperti ini berpotensi meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mempercepat proses pemasangan di lokasi. Diagram pada halaman 3 artikel memperlihatkan transformasi tersebut dari kondisi terlipat hingga menjadi unit bangunan.

Pengembangannya juga menghubungkan eksperimen material dengan teknologi digital. Data pengujian panel digunakan dalam proses simulasi, evaluasi, dan optimasi sistem sambungan sebelum diterapkan pada prototipe fisik. BIONEST-LITE menargetkan pengurangan embodied carbon sekitar 20–30 persen dibandingkan sistem konstruksi konvensional dengan fungsi setara. Target ini masih merupakan sasaran pengembangan yang perlu terus dibuktikan melalui pengujian dan validasi.

BIONEST-LITE menjadi relevan karena merepresentasikan pergeseran penting dalam inovasi material berkelanjutan: dari sekadar mencari “material hijau” menuju pembangunan sistem yang sirkular. Biomassa lokal menjadi material bernilai tambah; prefabrikasi mendorong efisiensi produksi; desain modular mendukung adaptabilitas; sementara kemampuan pembongkaran dan penggunaan kembali komponen memperpanjang siklus hidup sumber daya.

Dengan pendekatan tersebut, BIONEST-LITE membuka kemungkinan hubungan baru antara dua kekuatan Indonesia: ketersediaan biomassa dan kebutuhan pembangunan hunian. Tantangan berikutnya bukan hanya membuktikan performa teknologinya, tetapi membawa sistem ini menuju validasi skala nyata, kesiapan manufaktur, serta model implementasi yang memungkinkan material berbasis biomassa berkembang menjadi bagian dari industri konstruksi rendah karbon Indonesia.

Sumber teknologi dan data: Dewi Larasati dan Tim, Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan SAPPK ITB / Center for Sustainable and Resilient Built Environment (CSR-Be), ITB.

Inovasi Lainnya