DKST ITB Terima Kunjungan UPN “Veteran” Jawa Timur, Bahas Pengembangan Science Techno Park

11 Agustus 2026 Oleh: Admin DHKT Kategori: Kunjungan
DKST ITB Terima Kunjungan UPN “Veteran” Jawa Timur, Bahas Pengembangan Science Techno Park

Bandung, dkst.itb.ac.id – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB menerima kunjungan dari Science and Technopark LPPM Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN “Veteran” Jatim) pada Selasa (11/8/2026).

 

Bertempat di Ruang Rapat Lantai 12 ITB Innovation Park Bandung Technopolis, kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan pengalaman terkait pengelolaan Science Techno Park (STP), hilirisasi hasil penelitian dan inovasi, pengelolaan inkubator bisnis, serta pengembangan startup berbasis teknologi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Science and Technopark LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur serta jajaran DKST ITB.

 

 

Dalam diskusi, UPN “Veteran” Jatim menyampaikan bahwa STP yang baru berdiri pada Juli 2025 saat ini tengah mempersiapkan proses restrukturisasi. Melalui kunjungan ini, UPN “Veteran” Jatim ingin memperoleh gambaran mengenai struktur dan tata kelola STP sebagai referensi dalam proses pengembangannya.

 

Menanggapi hal tersebut, DKST ITB menyampaikan pentingnya melakukan pemetaan terhadap potensi, sumber daya manusia, serta sumber daya yang dimiliki sebagai langkah awal untuk menentukan fokus dan prioritas pengembangan STP. Penguatan strategi tersebut juga perlu didukung dengan kesiapan teknis dan pembagian peran yang jelas.

 

Selain tata kelola, aspek prioritas dan compliance juga perlu dipersiapkan sejak awal agar kebutuhan pengembangan STP dapat teridentifikasi dan tidak menjadi kendala pada tahap selanjutnya.

 

Pembahasan juga mencakup hilirisasi hasil penelitian dan inovasi menuju komersialisasi. DKST ITB menjelaskan bahwa sejumlah inovasi memiliki potensi untuk dikomersialkan, namun masih menghadapi tantangan dari sisi kebutuhan investasi. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah memulai komersialisasi pada skala laboratorium dengan kebutuhan investasi yang lebih rendah.

Dalam pembahasan tersebut, EBM Scitech menjadi salah satu contoh inovasi yang memiliki peluang untuk dikomersialkan pada skala laboratorium. Selain itu, Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) turut diperkenalkan sebagai salah satu inisiatif pengembangan ekosistem teknologi di ITB.

 

Jalur licensing juga menjadi salah satu alternatif dalam mendorong komersialisasi teknologi, baik melalui mitra industri maupun startup yang dibina. Dalam pengembangan startup, DKST ITB turut menekankan pentingnya kualitas dan kesiapan tim founder sebagai salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan startup.

 

Pengembangan startup juga perlu didukung dengan pipeline yang memadai serta target dan jangka waktu yang terukur. Dengan adanya pipeline yang cukup, proses inkubasi dapat memberikan ruang bagi lebih banyak startup potensial untuk berkembang.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengalaman antara DKST ITB dan Science and Technopark LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan STP, hilirisasi inovasi, serta pembinaan startup berbasis teknologi.

Berita Lainnya